Jumat , 2 Oktober 2026

Diduga Tarik-Menarik Kontraktor Hambat Perbaikan Jalan Bandarsari-Payungrejo

Lampung Tengah, (Medioker.id) – Pembangunan ruas jalan Bandarsari – Payungrejo di Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, menimbulkan pertanyaan dari sejumlah masyarakat di daerah tersebut.

Pasalnya, rencana perbaikan sejak awal 2025 lalu tersebut belum juga terealisasi hingga awal Oktober 2025 ini. Akibatnya, kondisi tersebut menimbulkan tandatanya dan polemik di tengah masyarakat.

Tak sedikit masyarakat justru menyebut keterlambatan pengerjaan dikarenakan adanya persaingan elit yang melibatkan kontraktor dan orang di sekitaran kekuasaan di Provinsi Lampung.

Bahkan, kepada awak media sejumlah warga mempertanyakan benarkah keterlambatan pengerjaan perbaikan jalan tersebut, melibatkan dua calon kontraktor yang sangat dekat dengan penguasa.

“Apa benar (keterlambatan pengerjaan) karena “ayah” atau pak jo, jo, itu, sehingga belum dikerjakan sampai sekarang ya, bang, jalannya?” tanya Hendra salah seorang warga Padangratu.

“Kami hanya ingin akses jalan yang baik saja, sudah puluhan tahun jalan di sini rusak, dan tidak tersentuh pembangunan. Jangan karena adanya dugaan desas-desus persaingan (kontraktor) akhirnya dampaknya ke kami,” sambungnya.

Ia berharap Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan juga Plt Bupati Lamteng, I Komang Koheri, dapat mencari jalan keluar ata kondisi jalan yang seharusnya sudah dikerjakan pada pertengahan Oktober ini.

“Pak gubernur (Lampung), pak bupati, silakan liat kelapangan bagaimana mendesaknya akses jalan ini supaya diperbaiki. Jangan karena adanya dugaan penunjukan satu dua kontraktor sehingga hak kami (mendapatkan akses jalan bagus) dikesampingkan,” ucap Bagio warga lainnya.

Mendesaknya perbaikan jalan juga harus mempertimbangkan faktor kesehatan masyarakat sekitar. Pasalnya, jalan yang telah dilapisi sabes sejak satu tahun terakhir berdampak pada kesehatan warga.

“Ini mengganggu, pak. Sabes ini apalagi musim kemarau ini debunya sangat membahayakan, anak saya saja radang (tenggorokan) dan batuk, dan baru berobat karena debu yang kami hirup akibat jalan ini,” keluh Jeri warga lainnya.

Tak hanya itu, akses jalan yang debu dan licin juga tak ayal mengakibatkan kecelakanaan lalulintas, hingga jatuhnya korban, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Untuk itu, jika jalan tak bisa dilakuan perbaikan pada pertengahan Oktober ini, warga mengancam akan melakukan pemortalan, sehingga ruas tersebut benar-benar tak bisa dilalui oleh kendaraan.(Din)

Baca Juga

DJP Bengkulu-Lampung Gelar Forum Konsultasi Publik Perpajakan, Serap Masukan Masyarakat

BANDAR LAMPUNG , (Medioker.id) – Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *